Penggunaan ponsel pintar oleh anak-anak semakin meningkat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa paparan cahaya dari layar gawai memiliki efek yang perlu diwaspadai.
Cahaya biru (blue light) dari layar HP diketahui dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Pada anak-anak, dampak paling sering adalah gangguan tidur, karena cahaya tersebut menekan produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur pola tidur.
Selain itu, penggunaan HP dalam waktu lama juga berpotensi menyebabkan kelelahan mata digital, ditandai dengan mata kering, pandangan kabur, hingga sakit kepala. Dalam jangka panjang, risiko gangguan penglihatan bisa meningkat.
Dokter anak juga menekankan dampak tidak langsung, seperti berkurangnya interaksi sosial, penurunan konsentrasi belajar, hingga risiko kecanduan gawai.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan anak-anak membatasi penggunaan gawai sesuai usia, dengan istirahat cukup dan aktivitas fisik yang seimbang. Orang tua diminta mendampingi serta memberi batasan waktu penggunaan ponsel agar kesehatan anak tetap terjaga.