Sendawa sering dianggap hal sepele, bahkan memalukan jika terjadi di depan orang lain. Padahal, fenomena yang dalam istilah medis disebut eruktasi ini adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan. Dengan sendawa, tubuh mengeluarkan gas berlebih dari lambung agar perut terasa lebih lega.
Sendawa umumnya terjadi karena kita menelan udara saat makan atau minum, yang disebut aerofagia. Kebiasaan makan terburu-buru, minum dengan sedotan, mengunyah permen karet, atau berbicara saat makan membuat udara ikut masuk ke dalam lambung. Akibatnya, perut terasa penuh gas dan tubuh merespons dengan sendawa.
Selain dari udara yang tertelan, beberapa jenis makanan juga memicu sendawa. Sayuran seperti kol, brokoli, dan bawang menghasilkan gas saat dicerna. Begitu pula dengan minuman berkarbonasi, yang mengandung karbon dioksida (CO₂). Gas ini akan langsung memenuhi lambung dan membuat kita lebih cepat sendawa.
Tidak hanya makanan, minuman bersoda dan alkohol juga menjadi penyebab utama sendawa. Kandungan karbon dioksida dalam soda serta proses fermentasi alkohol membuat gas dalam perut bertambah. Tak heran, banyak orang langsung sendawa setelah meneguk segelas minuman bersoda.
Meski terdengar sederhana, sendawa memiliki fungsi penting bagi tubuh. Dengan mengeluarkan gas, lambung terhindar dari tekanan berlebih. Proses ini juga mencegah rasa begah, kembung, atau nyeri di perut. Artinya, sendawa adalah tanda bahwa tubuh sedang berusaha menjaga kenyamanan sistem pencernaan.
Namun, sendawa juga bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan. Sendawa yang terlalu sering atau berlebihan bisa berkaitan dengan masalah refluks asam lambung (GERD), gastritis, atau intoleransi laktosa. Gejala ini biasanya disertai dengan nyeri ulu hati, mual, muntah, atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
Untuk mengurangi sendawa berlebihan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Biasakan makan dengan perlahan dan kunyah makanan sampai halus. Hindari minum dengan sedotan, batasi konsumsi soda dan alkohol, serta kurangi makanan yang memicu gas. Selain itu, jangan berbicara sambil makan agar udara tidak banyak masuk ke lambung.
Jika sendawa sering muncul disertai gejala yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah sendawa hanya reaksi normal atau tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan.