Pramugari Singapore Airlines Kena Corona, Padahal Pramugari Sudah Divaksinasi

38

BANDARLAMPUNGPOS.COM – Seorang pramugari Singapore Airlines diduga terinfeksi virus Corona saat bertugas dalam sebuah penerbangan. Padahal, ia sudah divaksinasi dua hari sebelumnya.

Mengutip pemberitaan CNA, Rabu (10/2/2021), selain anggota awak kabin SIA, 4 penumpang juga dinyatakan positif COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

Pramugari Singapore Airlines ini seorang wanita Singapura berusia 41 tahun. Ia salah satu dari total 11 kasus COVID-19 impor baru yang dilaporkan di Singapura pada hari Selasa.

Dia juga telah dites pada awalnya positif virus Corona jenis B117. Saat ini, pramugari itu menunggu tes konfirmasi lebih lanjut.

Keempat penumpang dalam penerbangan yang sama juga pada awalnya dinyatakan positif mengidap jenis B117.

“Mengingat riwayat perjalanannya baru-baru ini, dan kemungkinan bahwa dia mungkin terinfeksi dalam penerbangan, kami sebelumnya telah mengklasifikasikan kasus ini sebagai kasus impor,” kata Depkes.

Pramugari bertugas di penerbangan turnaround ke UEA.Pramugari Singapore Airlines yang diidentifikasi sebagai kasus 60102, meninggalkan Singapura dengan penerbangan turnaround ke Uni Emirat Arab pada 30 Januari. Ia kembali pada 1 Februari tanpa turun dari pesawat.

Tiga hari kemudian, dia mengalami anosmia atau kehilangan penciuman. Namun, ia tidak langsung berkonsultasi medis, kata Depkes.

Pada 7 Februari, dia dites COVID-19 sebagai bagian dari persyaratan Otoritas Penerbangan Sipil Singapura. Yakni, tiap awak kabin harus diuji setelah mereka kembali dari luar negeri.

Hasil tes menyatakan ia positif COVID-19 pada hari berikutnya dan dia dibawa ke Pusat Penyakit Menular Nasional untuk diambil sampelnya dan diisolasi.

Dia dipastikan positif COVID-19 pada 9 Februari. Hasil tes serologinya negatif, menunjukkan kemungkinan infeksi saat ini, kata Depkes.

Tes sebelumnya telah dilakukan pada 22 Januari setelah penerbangan turnaround lainnya. Ia dinyatakan negatif COVID-19.

Pramugari Singapore Airlines ini telah menerima vaksin Corona dosis pertama
Kasus 60102 rupanya telah menerima vaksin dosis pertama Pfizer-BioNTech COVID-19 pada 2 Februari, sehari setelah mendarat di Singapura dan dua hari sebelum timbulnya gejala.

Depkes mengatakan bahwa dia tidak mungkin tertular karena vaksinasi. Karena, vaksin tersebut tidak mengandung virus hidup.

“Ada kemungkinan seseorang terinfeksi sebelum atau setelah vaksinasi karena biasanya diperlukan beberapa minggu bagi seseorang untuk membangun kekebalan setelah menyelesaikan vaksinasi,” kata Depkes.

Investigasi epidemiologi sedang berlangsung. Sementara itu, semua kontak dekat yang diidentifikasi, termasuk anggota keluarga dan rekan kerja, telah diisolasi dan ditempatkan di karantina, kata Depkes.

Mereka akan diuji di awal dan akhir masa karantina. Tes serologi juga akan dilakukan bagi kontak dekatnya untuk menentukan apakah dia telah terinfeksi oleh mereka atau tidak.

4 penumpang positif Corona adalah warga India
Keempat penumpang yang berada di penerbangan UEA yang sama dengan anggota kru Singapore Airlines adalah pemegang izin tanggungan. Mereka berkewarganegaraan India.

Kasus 59885 adalah seorang wanita berusia 31 tahun yang mengalami gejala pada 30 Jan dan dinyatakan positif COVID-19 keesokan harinya. Dia adalah kontak dekat dari kasus 59902, seorang anak laki-laki berusia satu tahun yang dinyatakan positif pada 1 Februari.

Kasus 59893 adalah seorang wanita berusia 34 tahun yang tidak menunjukkan gejala dan dinyatakan positif COVID-19 pada 1 Februari. Dia adalah kontak dekat dari kasus 59901, seorang gadis berusia tiga tahun yang juga dinyatakan positif pada 1 Februari.

Hingga Selasa, Singapura telah melaporkan total 59.732 kasus COVID-19. Virus ini menyebabkan 29 kematian.(detikcom)