Serangan Militer Suriah Hantam Rumah Sakit, 6 Warga Sipil Tewas

148

BANDARLAMPUNGPOS.COM – Serangan artileri rezim Suriah dilaporkan mengenai sebuah rumah sakit di wilayah Idlib, yang dikuasai pemberontak. Sedikitnya enam warga sipil, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan itu.
Seperti dilansir AFP, Senin (22/3/2021), laporan kelompok pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, menyebut serangan artileri itu dilancarkan di kota Atareb, Suriah sebelah barat laut, ada kesepakatan gencatan senjata antara Rusia — sekutu Suriah — dengan Turki sejak Maret 2020.

“Serangan itu menghantam halaman dan pintu masuk utama rumah sakit di dalam sebuah gua,” demikian laporan Syrian Observatory.

Syrian Observatory melaporkan sedikitnya enam warga sipil, termasuk seorang anak dan seorang pegawai rumah sakit, tewas akibat serangan pada Minggu (21/3) waktu setempat. Sekitar 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Laporan kantor berita SANA secara terpisah menyebut serangan artileri lainnya, pada hari yang sama, menewaskan dua warga sipil di kota Aleppo, yang dikuasai rezim Suriah dan ada di luar wilayah pemberontak.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa dua pertiga dari penduduk Idlib — dengan populasi 2,9 juta orang — kehilangan tempat tinggal dan mengungsi karena konflik. Wilayah yang terletak di dekat perbatasan Turki ini dikuasai Hayat Tahrir al-Sham, yang dipimpin oleh anggota bekas afiliasi Al-Qaeda di Suriah. Sejumlah kelompok pemberontak lainnya juga ada di wilayah ini.

Gencatan senjata yang disepakati antara Turki yang mendukung kelompok pemberontak dan Rusia yang mendukung rezim Suriah, pada Maret lalu, bertujuan membendung serangan militer selama berbulan-bulan yang menewaskan ratusan warga sipil dan membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi.

Namun menurut Syrian Observatory, terjadi sejumlah pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata itu, termasuk adanya serangan udara Rusia. Pada Minggu (21/3) waktu setempat, serangan udara Rusia mengenai sebuah fasilitas gas di dekat kota Sarmada, yang terletak dekat perbatasan Turki.

 

Dalam pernyataannya, pejabat kemanusiaan senior PBB, Mark Cutts, menyebut serangan militer Suriah yang mengenai rumah sakit itu ‘mengkhawatirkan’. Komisi Penyelamatan Internasional (IRC) juga mengecam serangan itu.

“Fasilitas kesehatan dilindungi di bawah hukum internasional dan seharusnya menjadi tempat berlindung dalam masa krisis,” tegas Direktur IRC untuk Suriah, Rehana Zawar.

Diketahui bahwa fasilitas medis di Suriah telah beberapa kali terkena serangan. Antara tahun 2016-2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya 337 serangan mengenai fasilitas kesehatan di Suriah bagian barat laut.(detik.com)